Masa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan individu yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial. Di tengah kemajuan teknologi dan kemudahan akses informasi, remaja membutuhkan pemahaman yang tepat mengenai seksualitas agar mampu menyikapi berbagai informasi dan pengaruh lingkungan secara bijaksana.
Melalui seminar “Wise Choices, Clear Minds, and Safe Boundaries”, peserta didik diajak untuk memahami pentingnya menjaga diri, menghargai tubuh sebagai anugerah yang berharga, membangun relasi yang sehat, serta memiliki keberanian untuk menolak pornografi dan perilaku berisiko. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap tanggung jawab, saling menghormati, dan kesadaran akan pentingnya menjaga batasan diri dalam pergaulan. dr. Michael Pratama dan dr. Hellen menyampaikan pemahaman mengenai masa pubertas dan kesehatan reproduksi remaja, meliputi perubahan fisik dan emosional yang terjadi pada masa pubertas, mitos dan fakta seputar pubertas, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksi. Selain itu, peserta didik diharapkan memperoleh pemahaman yang benar mengenai menstruasi, mimpi basah, dan penerapan pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan reproduksi.
Dari sisi psikologi, Ibu Hernilen, M.Psi., Psikolog dan Ibu Leony Desliawati N., M.Psi., Psikolog. berfokus pada pembentukan sikap dan keterampilan sosial-emosional remaja, meliputi pemahaman nilai-nilai moral dalam pergaulan, pengembangan empati, kemampuan mengelola emosi dan mengendalikan diri, serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Peserta didik juga diharapkan mampu membangun relasi yang sehat, saling menghargai, dan menghormati orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Di sesi akhir, Rm. Carolus Putranto Tri Hidayat, Pr dan Rm. Christy Mahendra, Pr berfokus pada penghayatan nilai-nilai Kristiani dalam memahami diri dan berelasi dengan sesama. Peserta didik diajak untuk menyadari martabat dirinya sebagai ciptaan Allah, menumbuhkan sikap saling menghargai dan menghormati dalam pergaulan antara laki-laki dan perempuan, serta mengembangkan sikap kasih, tanggung jawab, dan pengendalian diri sebagai dasar dalam membangun relasi yang sehat dan bermakna.
