Hasil Karya Pemenang Lomba Resensi Perpustakaan Santa Theresia Kategori Bahasa Indonesia Tahun Ajaran 2025/2026
Regina Nathania Olsen – X PARIWISATA
Resensi Buku
Identitas Buku
Judul : Sunyi adalah Minuman Keras
Penulis : Sapardi Djoko Damono
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tahun Terbit : 2021
Ringkasan Isi
Buku ini menceritakan tentang seorang perempuan bernama Rara yang
merupakan penulis terkenal. Berkomunikasi dengan para penggemar yang ada di dalam layar sudah menjadi bagian dari rutinitas Rara. Walau dapat dikatakan Rara sangat aktif menanggapi para penggemarnya di media sosial, Ia tetap saja seorang individu yang kesepian.
Rara sering kali mengungkapkan isi pikiran atau hatinya di media sosial karena Ia tidak memiliki teman untuk bercerita ataupun berkeluh kesah. Rara telah terlalu jauh terjerumus ke dalam pengaruh media sosial. Namun, Rara sudah lelah dengan hidup kesepian. Ia ingin mempunyai teman yang dapat diajak bicara dan mau mendengarkan kisahnya.
Hingga suatu saat, Rara berhasil mempunyai seorang teman virtual. Ia memanggil temannya itu dengan sebutan “Bapak”. Teman virtualnya merupakan seorang yang setia, baik dan tulus. Bapak mau menemani Rara bicara saat sedang kesepian. Bapak juga merupakan sosok yang sangat peka. Hanya Bapak yang tahu betul bagaimana perasaan Rara yang sesungguhnya, walau tidak bertemu langsung secara tatap muka.
Bapak merupakan sosok yang sangat suka mendongeng. Pada setiap percakapan, Bapak selalu menceritakan dongeng baru ciptaannya. Rara pun sampai terkesima oleh stok cerita dongeng dan imajinasi yang dimiliki oleh Bapak. Rara selalu merasa terhibur oleh dongeng-dongengnya dan Ia masih menyimpan dongeng-dongeng itu sampai sekarang.
Pada suatu saat, Bapak menghilang tanpa kabar. Rara pun bingung, namun akhirnya Ia mengetahui kenyataan pahit bahwa teman virtual berharganya telah meninggal. Rara kemudian mencari tahu dimana Ia dikuburkan dan berziarah ke makamnya. Untuk pertama dan terakhir kalinya Rara berbincang dengan Bapak itu di dunia nyata.
Hasil Analisis/Ulasan
Desain sampul buku “Sunyi adalah Minuman Keras” sangat minimalis, namun mampu menyampaikan makna dan isi buku dengan baik dan efisien. Latarnya menggunakan warna biru tua. Pada sampul, terdapat ilustrasi seorang perempuan yang tertusuk oleh duri-duri di sekujur tubuhnya dan ikon hati yang identik dengan media sosial. Ilustrasi tersebut menyiratkan seorang perempuan yang merasa tersiksa akibat media sosial.
Tema yang diangkat oleh penulis sangat relevan dengan permasalahan masa kini. Banyak orang yang lebih aktif dalam media sosial, namun justru kesepian di dunia nyata. Mereka menggunakan sosial media sebagai topeng.
Gaya penulisan dalam buku ini bervariasi, tergantung oleh situasi. Terkadang gaya penulisan terkesan puitis dan formal, namun disisi lain juga terkesan ringan dan non-formal. Penulis menempatkan bahasa yang puitis dan formal pada narasi atau bagian untuk menyampaikan pesan tersirat. Sementara dialog dan interaksi antar tokoh menggunakan gaya penulisan yang ringan dan non-formal.
Lalu, penulis menggunakan format penulisan miring untuk menekankan makna atau pesan yang ingin disampaikan. Pembaca dapat lebih mudah memahami makna atau pesan yang ingin disampaikan. Meskipun ada beberapa pesan yang menantang pembaca karena terlalu sulit untuk ditafsirkan.
Dalam cerita, penulis sering kali menggunakan majas sebagai perumpamaan. Jika pembaca tidak familiar dengan dunia sastra mungkin kesulitan mengetahui maknanya. Misalnya, penulis menggunakan kata ‘cermin’ sebagai pengganti kata media sosial. Selain itu, beliau juga menggunakan majas untuk judul. “Sunyi adalah Minuman Keras” memiliki makna kesunyian dapat memberikan efek yang memabukkan seperti minuman keras.
Diksi penulis amat luas. Pada bukunya, penulis menggunakan kosakata yang tidak umum digunakan dan hanya beberapa orang yang mengetahui artinya. Ini menunjukkan bahwa karyanya kaya akan diksi.
Beliau menggunakan sudut pandang orang ketiga. Buku ini didominasi oleh narasi. Buku ini mendeskripsikan bagaimana sosok Rara dan kehidupan yang sedang dijalankannya. Alurnya maju mundur yang membuat pembaca lebih memahami latar belakang Rara.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan dari buku ini adalah temanya yang sangat relevan dengan kehidupan masa kini. Di masa kini, orang-orang sangat bergantung pada media sosial untuk terus melanjutkan hidup. Berbagai aktivitas yang mereka lakukan sekarang sudah terikat dengan media sosial, seperti perdagangan, pembuatan konten, komunikasi, pembelajaran, dan sebagainya. Mereka tidak dapat lepas dari belenggu media sosial.
Tidak hanya media sosial, banyak nilai baik yang dapat diambil dalam cerita ini. Mulai dari, ketenaran dalam media sosial tidak menjamin kebahagiaan. Terkadang, banyak orang yang berpikir bahwa ketenaran di media sosial dapat membeli kebahagiaan. Namun, nyatanya ketenaran dapat membuat seseorang kesepian. Banyak komentar negatif yang ada di media sosial. Namun, komentar negatif tidak perlu dimasukkan ke hati. Komentar yang perlu ditanggapi adalah komentar-komentar yang membangun dan membuat diri berkembang.
Melalui buku ini, pembaca juga diajak untuk berefleksi mengenai kehidupan mereka. Banyak cerita yang relevan sehingga para pembaca dapat ikut bernostalgia. Serta, penulis sangat baik dalam mendeskripsikan emosi, sehingga para pembaca juga bisa ikut merasakan perasaan Rara.
Namun, kekurangan dari buku ini adalah ceritanya yang cukup membingungkan karena alurnya maju mundur. Pembaca perlu fokus dan membaca ulang buku supaya mendapatkan gambaran alur cerita. Terkadang, narasi terlalu puitis sehingga pembaca harus berpikir untuk mengetahui makna sesungguhnya.
Kesimpulan
Buku “Sunyi adalah Minuman Keras” karya Bapak Sapardi Djoko Damono merupakan buku yang kompleks, namun memiliki banyak nilai-nilai baik yang dapat diambil dan direnungkan. Ceritanya cukup menarik dan sangat direkomendasikan untuk dibaca generasi muda karena sangat relevan dengan kehidupan masa kini.