Hasil Karya Pemenang Lomba Resensi Kategori Bahasa Indonesia Tahun Ajaran 2025/2026
Janevin – X1
Resensi Buku
Identitas Buku
● Judul: Disitu Kadang Saya Merasa Sedih: Cerita Luka Membawa Bahagia
● Penulis: Irfan Journey, dkk.
● Penyunting: Radindra Rahman.
● Penyelaras Akhir: Seno Teguh Priadi.
● Pendesain Sampul: Norma A.
● Penata Letak: Tri Indah Marty.
● Penerbit: Wahyu Qolbu.
● Pemasaran: Kawah Media.
● Kota Terbit: Jakarta.
● Tahun Terbit: 2015.
● Jumlah Halaman: 162 halaman.
Ringkasan Isi
Buku ini berisi kumpulan dari cerita-cerita yang dipilih dari jumlah 300 naskahyang dikirimkan oleh berbagai penulis dan dikumpulkan oleh seorang penulisbernama Irfan, yang dikenal dengan nama Irfan Journey. Cerita pada buku inimengangkat tema “romansa” dan “patah hati” yang diakhiri dengan resolusi akhir pribadi setiap tokoh, yang dimana menjadi sebuah motivasi bagi tokoh, dan menjadikannya sebagai sebuah pesan menyentuh yang ditujukan kepada pembaca.
Buku ini diharapkan mampu memotivasi dan membantu perkembanganindividu pembaca lewat berbagai peristiwa yang disajikan di setiap babnya. Buku dengan 162 halaman ini mengisahkan berbagai masalah yang terutama berkaitan dengan hubungan romansa antara dua buah tokoh yang memang selalu gagal, dan berakhir dengan ditinggal perginya salah satu dari mereka, entah laki-lakinya ataupun perempuannya. Hubungan romansa antara dua buah manusia yang berbeda jenis memanglah sulit dan tidak pasti. Banyak hal yang telah dilewati tetapi hanya berakhir dengan penuh penyesalan dan ketidaknyamanan. Tetapi, hal ini merupakan tantangan dari Allah sendiri, yang menginginkan kita belajar bagaimana semestinya cinta itu.
Hasil Analisis
Setiap kisah yang disajikan dalam buku ini memiliki gaya tulis yang
berbeda-beda. Hal ini dikarenakan kisah-kisah tersebut tidak ditulis oleh satu orang sama, melainkan beragam. Meskipun berbeda-beda, tetapi gaya tulis masing-masing kisah tidak memiliki perbedaan yang mencolok dan tidak memungkinkan pembaca akan langsung sadar akan perbedaan tersebut. Perbedaan yang ada pun hanya berupa pilihan kata yang digunakan. Sehingga, setiap kisah terasa terhubung dan tidak mencolok sendiri.
Plot dari cerita yang disajikan pun berbeda-beda, yang dimana rata-rata cerita berfokus kepada tema berbau romansa dan patah hati, yang berujung kepada berbagai resolusi akhir dari setiap tokoh utama yang telah mereka dapat dari peristiwa pahit yang telah mereka alami dan lihat dengan mata kepala mereka sendiri. Tak lupa, cerita ini berfokus kepada hubungan romansa dalam agama Islam, yang dimana terdapat istilah-istilah serta panggilan-panggilan Islam yang digunakan penulis. Meskipun begitu, istilah dan panggilan yang digunakan pun masih dapat dipahami oleh karena kejelasan konteks dan latar cerita.
Yang membuat cerita-cerita dalam buku ini lebih menarik lagi untuk dibaca adalah ilustrasi yang disajikan di dalamnya. Ilustrasi dalam buku ini sangat sederhana, tetapi terasa seperti menyertai setiap bagian cerita yang membuat cerita terasa lebih emosional lagi. Ilustrasinya pun mengangkat tema ‘cinta,’ yang dimana merupakan kombinasi yang emosional dengan cerita bertema patah hati. Tidak lupa juga dengan covernya yang cukup menarik, dan bagiku juga dapat membuat ‘salah sangka’ dengan isi dan tema dari cerita pada buku ini.
Adanya dialog pun tak luput membawa warna dan gambaran yang jelas perihal kisah yang ditulis. Dialog dari setiap cerita pun ditulis dengan gaya semi-formal, tetapi diberi gaya bicara sehari-hari sehingga tidak begitu kaku dan pembaca dapat merasa relate dan paham dengan kondisi serta rasa yang tengah dirasakan oleh tokoh pada bagian tersebut.
Cerita pada buku ini pun menggunakan kata-kata baku yang dimana sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, dan dicatat dalam KBBI. Pemilihan kata-kata yang digunakan dalam cerita pun cukup bagus dan beragam, yang dimana menunjukan bahwa setiap cerita melewati proses penyuntingan sebelum dicetak. Secara keseluruhan, penulisan buku ini sudah cukup baik, ilustrasi pada buku sudah sangat baik, dan plot dari cerita yang disajikan sudah baik.
Kelebihan
Adapun kelebihan dari buku ini adalah;
- Setiap kata istilah/serapan dicetak miring (italic).
- Adanya dialog yang membuat cerita terasa lebih menarik, jelas, dan berwarna.
- Cover dari buku ini dan ilustrasi yang dikemas sangat menarik perhatian, dan dapat diterima oleh setiap golongan masyarakat.
- Selalu ada jeda disaat bagian cerita berpindah tujuan/pandangan dari bagian sebelumnya.
- Pemilihan kata yang cukup bagus, membuktikan bahwa setiap cerita melewati proses penyuntingan sebelum dikemas menjadi sebuah buku.
- Menggunakan kata-kata yang baku, yang dimana merupakan kata yang penulisannya mengikuti kaidah bahasa Indonesia.
Bukti: “karier” (halaman 52, baris 6). - Kata dan Frasa yang digunakan pun tidak selalu umum, terdapat kata/kata pada frasa yang diganti dengan menggunakan sinonimnya. Sehingga, tidak mengubah makna awal dari kata/frasa tersebut.
Kekurangan
Kemudian, kekurangan dari buku ini adalah;
- Ada bagian yang tidak dispasi. Bukti: “Seorang sahabat yang rela merebut kekasih sehabatnya. Ah,tidak, bukan kekasih, melainkan mantan kekasih” (halaman 74, baris 6).
- Terdapat dialog yang berpotensi menimbulkan kebingungan. Bukti: “Kamu tau gak? Dulu yang nyuruh aku sama sahabatnya Gerald, ya Gerald sendiri. Tapi saat dia ninggalin aku, malah semuanya jadi gini, San. Aku harus pisah ama dia” (halaman 45, baris 8-10). Pembahasan: Jadi, tokoh utama disini mengatakan bahwa dulunya, dirinya disuruh oleh mantan kekasihnya (Gerald) bersama sahabat mantan kekasihnya (sahabat Gerald) itu. Tetapi, terjadi hal yang sedang ia alami sekarang setelah pisah dari sahabat mantan kekasihnya. Tetapi di cerita, dikatakan bahwa ia awalnya memiliki hubungan dengan mantan kekasihnya ini (Gerald), tetapi mengapa tiba-tiba ia diceritakan berhubungan dengan sahabat mantan kekasihnya? Dan karena itulah membuat klausa “Aku harus pisah ama dia” membingungkan, karena subjek “dia” ini itu merujuk kepada siapa, Gerald atau sahabat Gerald?
- Ada beberapa kata yang typo. Bukti: “mengeliligi,” seharusnya “mengelilingi” (halaman 52, baris 14). “denganya,” seharusnya “dengannya” (halaman 106, baris 2).
- Cerita yang disajikan hanya seputar kisah romansa dan patah hati, dan tidak ada hal ‘menyedihkan’ lainnya sesuai dengan judul buku.
Kesimpulan
Cerita pada buku ini menawarkan pesan moral yang mendalam dan bermakna bagi kehidupan sehari-hari, yang dikemas dalam cerita bertema romansa dan patah hati. Pemilihan dan penggunaan kata yang baik, serta dialog yang tidak kaku (semi-formal) membuat cerita terasa lebih hidup dan jelas. Berdasarkan isinya, buku ini dapat dikategorikan sebagai buku “motivasi” dan “perkembangan diri,” tetapi berdasarkan bentuknya, buku ini dapat dikategorikan sebagai buku “novel non-fiksi”
yang sudah diakui dengan tanda/label yang bertuliskan “true stories” atau jika diterjemahkan berarti “kisah nyata.”
Buku ini sangat direkomendasikan bagi remaja, dan dewasa yang dimana menginginkan sebuah motivasi, dan mengembangkan kepribadian diri lewat sebuah buku yang berisi sajian kisah-kisah yang menyentuh hati.