Kegiatan Live-In dilaksanakan pada 5–8 Oktober 2025 dan dilanjutkan dengan Field Trip pada 9 Oktober 2025 sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual bagi para peserta didik. Selama kegiatan Live-In, peserta didik tinggal bersama orang tua asuh di desa dan terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat, mulai dari bercocok tanam, memberi makan ternak, membuat makanan khas daerah, hingga mengikuti jelajah pangan. Pengalaman ini diperkaya dengan misa alam dan persembahan tarian daerah sebagai ungkapan syukur atas kebersamaan dan pembelajaran yang diperoleh. Selanjutnya, melalui kegiatan Field Trip di Yogyakarta, peserta didik mengunjungi Keraton Yogyakarta, menyusuri Malioboro, serta menyaksikan sendra tari Ramayana. Rangkaian kegiatan ini memberikan pengalaman bermakna yang menumbuhkan sikap mandiri, empati, serta kecintaan terhadap budaya dan kearifan lokal Indonesia.